Share

Praktisi Komunikasi Publik, Aulira M. Tan memberikan penilaian, dari sisi komunikasi, bahwa calon Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit memiliki inisiatif dan spontanitas yang tinggi dibandingkan dengan tiga kandidat lainnya.

“Inisiatif dan spontanitas Nasrul Abit menurut saya ya, lebih tinggi jika dibandingkan dengan paslon lain. Selama ini, Nasrul Abit tampak gencar mencuri dan mengambil hati masyarakat. Itu, juga dibuktikan dengan kerja dan aksi nyata. Jadi, tidak hanya sekedar datang begitu saja ya. Saya rasa, masyarakat bisa menilai sendiri secara gamblang bahwa beliau adalah sosok yang sangat tenang, peduli, memiliki sisi empati yang tinggi dan senang berdiskusi,” kata Aulira M. Tan, Selasa (29/9).

Menurut Aulira, Nasrul Abit terlihat gencar mencuri dan mengambil hati masyarakat. Dan itu, bukan terjadi tiba-tiba atau ketika genderang perang Pilkada ditabuh. Namun, sudah nampak sejak 20 tahun lalu. Selama 15 tahun menjadi Kepala Daerah ditambah satu periode manjadi Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit kerap mengunjungi dan berinteraksi dengan masyarakat.

Bagi Aulira, adanya interaksi tatap muka langsung dengan masyarakat, adalah suatu nilai plus bagi seorang pemimpin atau calon pemimpin. Komunikasi verbal dan non verbalnya, akan bisa dilihat langsung oleh masyarakat dari seluruh kalangan. Masyarakat, bisa menilai secara gamblang seperti apa sosok pemimpin yang sedang berhadapan dengan mereka.

Aulira menambahkan, Nasrul Abit juga menjadi contoh pemimpin yang tidak menggunakan politik uang. Dia, memaksimalkan kinerja sesuai dengan jabatan yang ia emban. Nasrul Abit, adalah birokrat sejati yang benar-benar mengerti medan, hal itu dibuktikan dari awal kiprahnya sebagai pemimpin daerah, mulai dari di Kabupaten Pesisir Selatan sebagai Wakil bupati Lima tahun, menjadi Bupati Pesisir Selatan 10 tahun, dan kini sebagai Wakil Gubernur Sumbar. Nasrul Abit, terbukti tidak pernah sekalipun tersandung dengan persoalan korupsi.

“Nasrul Abit tidak pernah tersandung perkara korupsi. Ini, membuktikan kalau Nasrul Abit tak tergiur dengan iming-iming politik uang. Nasrul Abit juga selalu mampu menjaga keharmonisan dengan pasangannya,” kata Aulira.

Jika ditarik dari rekam jejak yang baik kata Aulira, sangat banyak. Nasrul Abit juga pemimpin yang peduli lingkungan dan masyarakatnya, saat terjadi berbagai bencana, dia selalu hadir ditengah masyarakat. Setiap pergerakannya, selalu mendapat restu dari Gubernur Irwan Prayitno. Nasrul Abit tak mau gegabah dan bertindak sendiri. Karena, ia tahu benar posisi Wakil Gubernur adalah hanya perpanjangan tangan dari atasannya.

Di sini, kata Aulira, jelas terlihat bahwa beliau sangat menerapkan jalur “upward communication” yaitu komunikasi keatas atau komunikasi pada atasannya. Dilihat dari cara interaksinya dengan masyarakat, sangat tampak bahwa beliau adalah bagian dari masyarakat itu sendiri, bukan orang lain, bukan seorang pejabat yang sedang berkunjung. Pemimpin yang mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Serta, benar-benar bertindak cepat.

loading...