Share

Dari empat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), hanya Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) yang punya misi memulihkan ekonomi provinsi ini pascapandemi Covid-19.

Pasangan calon ini bahkan menempatkan pemulihan ekonomi pascapandemi pada poin pertama yang akan mereka kerjakan jika memimpin Sumbar. Pada poin pertama itu tertulis “memulihkan dan menumbuhkan perekonomian pascapandemi Covid-19 dengan mengembangkan sektor unggulan.”

Nasrul Abit menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi pascapandemi bisa dilakukan dengan menggenjot sektor unggulan Sumbar, yakni pariwisata. Menurutnya, jika sektor ini bergerak maksimal, sektor lain juga akan berjalan, misalnya UMKM, perhotelan, rumah makan, biro perjalanan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar objek wisata.

Kini objek wisata Sumbar sudah dibuka kembali. Namun, kegiatan kepariwisataan belum begitu bergairah.

“Pertama, kami akan kaji secara detail soal penanganan Covid-19 jika vaksin belum ada. Kami akan kumpulkan ahli epidemiologi, direktur rumah sakit, dan ahli paru agar jelas dan terang sehingga kami bisa ambil kebijakan untuk objek wisata,” tutur Nasrul Abit, Senin (23/11).

Nasrul Abit menerangkan bahwa ia akan fokus menggenjot pariwisata Sumbar dengan sasaran wisatawan Nusantara terlebih dahulu. Pada kepemimpinannya nanti, Nasrul Abit menargetkan sepuluh juta wisatawan datang ke Sumbar.

“Target kami pengunjung lokal saja dulu, objek-objek yang ada kita benahi mulai dari toilet, jalan menuju destinasi hingga fasiltas lainnya,” tuturnya.

Ia berpendapat bahwa masih banyak potensi pariwisata Sumbar yang belum terkelola dengan baik dan butuh sentuhan agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kemudian, Wakil Gubernur Sumbar yang sedang cuti pilkada itu akan memberikan suntikan modal kepada UMKM agar bisa bergerak cepat setelah pandemi Covid-19.

“Stimulus harus kita berikan agar mereka bisa bangkit pascapandemi Covid-19.”

loading...