Share

Sejak menjabat Bupati Agam dalam dua periode terakhir- sosok Dr. H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, suskes mensejajarkan Kota Lubukbasung, sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Agam dengan pusat pemerintahan daerah lain di Sumatera Barat.

Bahkan, kini dengan “lakek tangan” Bupati Indra Catri, wajah kota Lubukbasung semakin mempesona, bahkan menjadi sentral aktivitas masyarakat yang dibanggakan. Kini, banyak aktivitas berskala besar, yang tak jadi membuat “sendu” para pelaksana acara, namun akan selalu mengusung kebanggaan, karena beragam sarana yang dibutuhkan sudah lengkap.

Dukungan Pemkab Agam, apalagi konsep Bupati Agam Dr. H. Indra Catri selama dua periode memimpin Kabupaten Agam, sengaja memfokuskan program pembangunan fisik di Lubukbasung yang menurutnya, ibukota pemerintahan Kabupaten Agam itu harus betul-betul tampil mengesankan, menjadi kebanggaan masyarakat, bahkan dipersiapkan menjadi pusat pemerintahan yang maju ke depan.

Beragam sarana, menurut Bupati Indra Catri, saat ini sudah semakin lengkap dibangun, mulai dari sarana hiburan keluarga yang humanis, sarana olahraga, didukung sarana jalan dan gedung perkantoran yang semakin lengkap.

Proyeksi ini, menjadi catatan penting bagi Indra Catri, pasalnya hal itu menjadi harapan khusus yang disampaikan masyarakat padanya, saat diamanahkan menjadi kepala daerah di Kabupaten Agam, di mana sosok Lubukbasung yang menjadi penggambaran bagi wajah Kabupaten Agam harus betul-betul tampil maksimal. Dan hal itu, dibuktikan Indra Catri.

Indra Catri Sukses “Lambungkan” Lubukbasung

Bupati Agam Dr. H. Indra Catri dipujikan banyak kalangan karena berhasil mengusung konsep pembangunan masa depan Kabupaten Agam, tidak hanya sukses merubah wajah Kota Lubukbasung sebagai ibukota pemerintahan Kabupaten Agam, tapi juga sukses mendorong kemajuan seluruh wilayah nagari dan kecamatan dengan ragam kemajuan pembangunan.

Kemajuan seluruh wilayah Kabupaten Agam itu, sesuai dengan konsep awal yang disiapkan Indra Catri saat menjabat Bupati Agam di periode pertama, bahkan di periode kedua saat ini, kabupaten Agam semakin berpacu dalam program pembangunan yang merata di seluruh wilayah.

Kebanggaan itu, merupakan para pelaku sejarah kepindahan ibukota Kabupaten Agam ke Lubukbasung, di antaranya H. Syamsuar Dt. Batu Basa, Hj. Erma Salim, Hj. Zalidar, N. Dt. Asa Labiah tokoh ninik mamak Lubukbasung, diakui sebagai salah wujud komitmen yang sejak awal dicetuskan Indra Catri.

“Alhamdulillah, mimpi kami, melihat Lubukbasung semakin maju dan berkembang terwujud, Bupati Indra Catri menjawab harapan kami para pelaku sejarah,“ ungkap SY. Dt. Batu Basa.

Bahkan sebagai pelaku sejarah, yang melihat sejarah langsung kemajuan Lubukbasung dari tahun ke tahun, bahkan saat ini, dengan usia yang cukup matang, 85 tahun, SU. Dt. Batu Basa, Erma Salim dan Hj. Zalidar, melihat dari tahun ke tahun, bahkan kini usia ibukota Kabupaten Agam di Lubukbasung sudah 27 tahun, disebutkan sebagai hal yang luar biasa melihat kemajuan yang dilakukan pemerintah, khususnya saat dipimpin Indra Catri, sudah semakin maju dan berkembang dengan pesat.

Sejak menjabat Bupati Agam dalam dua periode terakhir- sosok Dr. H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, suskes menyejajarkan Kota Lubukbasung, sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Agam dengan pusat pemerintahan daerah lain di Sumatera Barat.

Bahkan, kini dengan “lakek tangan” Bupati Indra Catri, wajah Kota Lubukbasung semakin mempesona, bahkan menjadi sentral aktivitas masyarakat yang dibanggakan. Kini, banyak aktivitas berskala besar, yang tak jadi membuat “sendu” para pelaksana acara, namun akan selalu mengusung kebanggaan, karena beragam sarana yang dibutuhkan sudah lengkap.

Dukungan Pemkab Agam, apalagi konsep Bupati Agam Dr. H. Indra Catri selama dua periode memimpin Kabupaten Agam, sengaja memfokuskan program pembangunan fisik di Lubukbasung yang menurutnya, ibukota pemerintahan Kabupaten Agam itu harus betul-betul tampil mengesankan, menjadi kebanggaan masyarakat, bahkan dipersiapkan menjadi pusat pemerintahan yang maju ke depan.

Beragam sarana, menurut Bupati Indra Catri, saat ini sudah semakin lengkap dibangun, mulai dari sarana hiburan keluarga yang humanis, sarana olahraga, didukung sarana jalan dan gedung perkantoran yang semakin lengkap.

Proyeksi ini, menjadi catatan penting bagi Indra Catri, pasalnya hal itu menjadi harapan khusus yang disampaikan masyarakat padanya, saat diamanahkan menjadi kepala daerah di Kabupaten Agam, di mana sosok Lubukbasung yang menjadi penggambaran bagi wajah Kabupaten Agam harus betul-betul tampil maksimal. Dan hal itu, dibuktikan Indra Catri.

Wajah Lubukbasung Yang Kian Mempesona Dinikmati Warga-Jadi Sentral Aktivitas

Wajah Kota Lubukbasung yang semakin maju dan berkembang, kini semakin menjadi pusat aktivitas bagi masyarakat. Berbagai sarana yang sengaja dibangun pemerintah Kabupaten Agam di bawah Bupati Agam Indracatri, kini sudah bisa dinikmati dengan baik.

Seperti hanya kompleks GOR Rang Agam, yang menjadi sentral ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan masyarakat untuk sarana bermain keluarga yang nyaman, sarana olahraga serta berbagai aktivitas masyarakat terpusat di kawasan itu.

Demikian juga kompleks stadion Bukik Bunian, Lubukbasung, menjadi kompleks olahraga megah yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat dengan berbagai kegiatan, didukung sarana jalan serta berbagai arena bermain yang nyaman, sehingga menjadi kawasan yang sumringah untuk dinikmati.

Kemajuan kota Lubukbasung sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Agam saat ini, seakan mimpi yang menjadi nyata oleh para pelaku sejarah kepindahan ibukota Kabupaten Agam itu.

Pasalnya, ditengah beratnya perjuangan, bahkan sangat minimnya sarana yang ada, bahkan dibutuhkan waktu panjang untuk menyulap sosok Lubukbasung. Tapi kini, beda. Mimpi itu nyata.

Bahkan dari beberapa diskusi yang dilakukan kalangan wartawan dengan beberapa pelaku sejarah, justru merasa bangga bahkan kerap tercengang melihat kemajuan pembangunan berbagai sarana perkantoran dan pelayanan masyarakat yang sangat kencang di Lubukbasung, yang justru membuat merasa bangga dan menyebut perjuangan berat yang dilakukan 27 tahun lalu tidak sia-sia.

“Saya tidak ingin mewariskan pohon kelapa kepada anak cucu, saya ingin mewariskan listrik yang gemerlapan,” ujar Hj. Erma Salim, salah seorang pelaku sejarah menyebut mimpinya untuk kota Lubukbasung.

Pasangan H. Syamsuar Udin Dt. Batu Basa (85) dan Hj. Erma Salim (83) merupakan pelaku sejarah dalam perpindahan ibu Kota Kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubukbasung.

Dikisahkan, wacana tentang perpindahan ibu kota ke Lubuk Basung sudah bergulir sejak 1978. Saat itu, masyarakat yang berada dalam kerapatan adat dari 7 suku bersepakat untuk menjadikan Lubuk Basung sebagai ibu kota.

“Saat itu, kami menilai Lubukbasung sudah layak untuk dijadikan ibu kota. Dan masyarakat saat itu sudah bersedia menyerahkan 40 hektare tanah untuk dijadikan pusat perkantoran,” jelas H. Syamsuar Udin Dt. Batu Basa.

Masyarakat Kecamatan Lubuk Basung, sambung H. SU. Dt. Batu Basa, berjumlah 71.000 jiwa yang menempati areal tanah seluas kurang lebih 516 km persegi, sangat mendambakan pusat pemerintahan berpindah ke Lubuk Basung.

“Sehingga tahun 20 Juni 1982, kami atas nama masyarakat Kecamatan Lubuk Basung, membuat surat pernyataan kesediaan menyerahkan tanah yang dibutuhkan pemerintah,” kenang H. Samsuar Udin Dt. Batu Basa yang saat itu menjabat sebagai Kepala P & K Lubukbasung.

Masa Pandemi Covid-19, Makna dan Hikmah Perjuangan Luar Biasa

Bupati Agam Dr. H.Indra Catri bersama Sekab Agam H.M. Dt. Maruhun, secara khusus memohon maaf pada masyarakat kabupaten Agam, khususnya Lubukbasung terutama para pelaku sejarah kepindahan ibukota Kabupaten Agam ke Lubukbasung, karena tahun ini upacara secara terbuka tidak digelar pemerintah dalam peringatan 27 tahun ibukota Kabupaten Agam.

Hal itu, karena pandemic Covid-19, sehingga pemerintah harus mentaati protokol kesehatan dengan tidak menggelar acara yang ramai, “Kami mohon maaf akan kondisi itu, dan diharapkan tidak mengurnagi makna dan hikmah akan sakral dan luarbiasanya sejarah yang dibangun dengan hadirnya sosok ibukota kabupaten Agam di Lubukbasung, “ ungkap Indra Catri.

Disebutkan, penghormatan dan penghargaan yang luar biasa, akan selalu diberikan pemerintah pada masyarakat dan para tokoh pelaku sejarah yang selama ini sudah menapak sejarah, bahkan menjadikan sosok Lubukbasung sebagai ibukota kabupaten Agam, “semoga beliau yang masih hidup selalu diberikan kesehatan dan yang sudah berpulang, semoga nyaman di syurga karena jasa dan pengabdian yang dilakukan untuk masyarakat semasa hidupnya,“ ungkap Indra Catri.

Sementara H.M. Dt. Maruhun berharap, makna yang selalu akan akan perjuangan yang dilakukan para pelaku sejarah dan tokoh masyarakat Lubukbasung yang menjadikan kota ini semakin maju dan berkembang, diyakini akan menjadi kekuatan luar biasa bagi kaum muda untuk terus mendorong kemajuan ibukota Kabupaten Agam.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Lubukbasung, kami sangat berterimakasih, semoga apa yang sudah diperjuangkan dan dilakukan, berbuah pahala untuk beliau-beliau,“ sebut Sekab Agam yang juga tokoh ninik mamak Lubukbasung itu.

loading...