Share

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit memberikan sambutan dalam acara Generasi Berencana (GenRe) yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumbar bersama Forum GenRe di Hotel Inna Muara Padang pada Kamis (16/7).

Acara tersebut menampilkan berbagai penampilan dari duta Genre dari 19 kabupaten/kota di Sumbar dengan tujuannya adalah agar remaja dapat memiliki inovasi, kemampuan, keterampilan dan kreativitas.

Dalam sambutannya, Wagub mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan ajang kreativitas dan revolusi mental generasi berencana penerus dan dalam kehidupan mereka harus merencanakan sebagai penerus generasi ke depan.

Selain itu, Wagub juga memberikan apresiasi sekaligus berterima kasih kepada BKKBN yang sudah menggerakkan dan mengajak seluruh generasi remaja untuk menjadi generasi berencana dalam menyiapan diri mengisi bonus demografi tahun 2020-2045.

“Semua hal tersebut telah dilakukan oleh berbagai pihak dengan cara mengembangkan kualitas remaja. BKKBN sebagai salah satu instansi vertikal yang berpartisipasi aktif dalam pembinaan remaja melalui program Generasi Berencana (GenRe),” kata Wagub.

Wagub Nasrul Abit menyampaikan, program GenRe merupakan program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan, berkarier dalam pekerjaan, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Wagub menjelaskan, bahwa program GenRe diperuntukkan bagi remaja (10-24 tahun) yang belum menikah, keluarga-keluarga yang mempunyai anak remaja serta masyarakat yang peduli remaja. Dalam upaya menyongsong era bonus demografi di Sumatera Barat.

“Untuk itu, mari kita ayomi, diberi pendidikan yang baik dan benar kepada generasi muda agar betul-betul memiliki perencanaan kehidupan yang terencana hingga mereka sukses menyongsong masa depannya, ” ajak Wagub Nasrul Abit.

Sementara itu, Kepala BKKBN, Hj. Etna Estelita mengatakan, menikah di usia dini akan mempersempit ruang waktu untuk si anak dalam mengaktualisasikan diri mereka sebagai generasi muda, seperti bersekolah ke tingkat yang lebih tinggi, dan mengembangkan minat dan bakat positifnya.

“Untuk itu, menikahlah di usia yang tepat, perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun,” ujar Etna Estelita.

Selanjutnya, Etna Estelita mengatakan, seorang yang dalam masa remaja diidentikkan sebagai seorang yang memasuki fase transisi untuk menjadi orang dewasa.

loading...