Share

Gubernur Sumatera Barat didampingi Wagub Nasrul Abit gelar pertemuan dengan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas Padang Defriman Djafri, Ph.D. pada Kamis (28/5).

Dalam pertemuan tersebut, terungkap pentingnya data pelaporan sebaran ODP, PDP yang valid di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

“Di awal kami sudah diskusikan bersama tim, bagaimana format data yang dibutuhkan terkait pelaporan data COVID-19 ini, namun tidak dilaksanakan karena permintaan data dari Kementerian Kesehatan berbeda dengan yang telah kami diskusikan,” ungkap Defriman Djafri.

Menurut Defriman, data pelaporan ini akan menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan kebijakan terkait hadapi Covid-19, di mana perolehan data yang real butuh waktu dan tidak mungkin berpedoman kepada data pelaporan di hari pelaporan.

“Data yang real itu adalah data kunjungan masyarakat ke rumah sakit terkait positif terinfeksi Covid-19,” jelas Defriman Djafri.

Selanjutnya, dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berikutnya ataupun implementasi ‘new normal’ semestinya dipastikan prinsip kesehatan masyarakat secara bersama. Mempertimbangkan ekonomi dan sosial serta evaluasi kesiapsiagaan masyarakat dalam upaya perubahan perilaku pencegahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Irwan Prayitno berharap adanya inovasi dari Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat terkait kebijakan dan upaya dalam merubah perilaku masyarakat dalam rangka menghadapi New Normal.

Untuk diketahui, pada pukul 13.00 WIB nanti, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno akan melakukan rapat virtual dengan Bupati/Walikota untuk mengambil keputusan PSBB atau New Normal.

loading...