Share

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menjadi salah seorang narasumber dalam seminar via virtual terkait Hari Keluarga Nasional (Harganas) dengan tema’Keluarga Tangguh di Era Covid-19′ di ruang kerja Gubernur pada Senin (22/6).

Gubernur mengungkapkan, bahwa kebahagian sejati sesungguhnya ada pada keluarga, karena hidup kita lebih banyak berada dalam keluarga. Kebahagian itu tidak kekal pada uang dan jabatan. Oleh karena itu, uang dan jabatan hanya sebentar pada saat ada dan masih menjabat.

Di dalam Islam pun ada istilah ‘keluarga sakinah’ dengan arti sebagai keluarga yang tenang, tentram, bahagia dan sejahtera lahir dan batin. Hal tersebut sesuai dengan Firman Allah dan surat Ar-Rum 30:21.

Gubernur menjelaskan makna dari ayat tersebut, bahwa tujuan berumah tangga atau berkeluarga adalah mencari ketenangan dan ketentraman atas dasar ‘mawaddah wa rahmah. Saling mencintai, dan penuh rasa kasih sayang antara suami istri.

Gubernur Irwan Prayitno juga menyampaikan guna kebaikan hidup jadikan sesuatu dalam pikiran positif, karena dengan berpikiran postif itu kita akan bisa merasakan sesuatu lebih nikmat termasuk terhadap wabah pendemi Covid-19 saat ini.

“Pada pandemi ini, di rumah saja, bisa kita nikmati dekat dengan keluarga dan lebih hati-hati menjaga kesehatan. Jika berpikiran positif tentu pandemi ini dapat jalani dengan perasaan lebih sejuk tampa ketakutan ataupun kerisauan. Contoh jika hari panas, kita merasakan kepanasan akan tetapi jika kita bersyukur akan hari panas tersebut pastinya tidak akan membuat kita gelisah,” ungkap Gubernur.

Gubernur Irwan Prayitno menambahkan, di masa pendemi ini perlu kita menguatkan ketahanan keluarga. Saat tantangan yang besar muncul, yaitu pandemi Covid-19 yang semakin berat, walapun di Sumbar saat ini sudah melandai.

Gubernur Irwan Prayitno berharap, setiap keluarga harus bisa meningkatkan komunikasi dan interaksi dalam keluarga, mendorong ekspresi saling peduli, menjaga, dan melindungi keluarga agar tidak terpapar corona. Meningkatkan keterampilan hidup dalam sistem keluarga, khususnya kepada anak dan generasi muda dengan meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh dan tetap produktif di masa Work From Home (WFH) dan isolasi mandiri.

Gubernur juga mengapresiasi tahapan Harganas, pelayanan keluarga berencana BKKBN juga serentak akan dilaksanakan Harganas tanggal 29 Juni karena ini merupakan contoh kita tetap produktif dengan melakukan kegiatan. Momen penting bagi pembangunan manusia Indonesia.

“Walaupun nanti kita sebagai tuan rumah rangkaiannya tetap jalan dengan melakukan melalui virtual. Mudah-muhan target harapan di acara Harganas dengan sosialisasi edukasi kepada publik tetap jalan,” ucap Gubernur Irwan Prayitno.

Selain itu, Kepala BKKBN Indonesia dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan, penyebaran wabah Virus Corona berdampak iven nasional Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang digabung dengan Hari Anak batal dilaksanakan di Sumbar. Selain pembatalan iven Harganas, karena adanya relokasi anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Relokasi dilakukan guna fokus anggaran dalam penanganan dampak Covid-19.

Hasto Wardoyo mengungkapkan, di dalam pandemi Covid-19 ini keluarga bisa berinteraksi di rumah lebih banyak berkumpul dan saling bercengkrama, serta saling tukar pengalaman dengan komunikasi yang lebih berkualitas.

“Tentunya keluarga mampu memanfaatkan kondisi wabah Covid ini, untuk lebih dekat dengan keluarga,” ucap Hasto Wardoyo.

“Saya mengajak masyarakat, khususnya di Sumbar untuk memperhatikan pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dengan menerapkan keluarga yang mengerti protokol kesehatan secara optimal,” imbuhnya.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Ir. Hj. Etna Estelita, M.Si berpesan kepada masyarakat untuk tidak putus pakai pemakaian KB selama masa pandemi, karena sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup bayi maupun sang ibu. Jadi, gerakan pakai KB merupakan salah satu solusi terbaik untuk menjaga kualitas sumber daya manusia saat pandemi Covid-19 belum tahu kapan berakhirnya.

loading...