Share

Menyikapi kondisi darurat dampak penyebaran Covid-19 secara nasional saat ini, Bupati Agam Dr. H. Indra Catri yakinkan, bahwa sektor pertanian akan menjadi katup pengaman kehidupan masyarakat di Kabupaten Agam.

Kondisi ini diprediksi karena semakin banyaknya sektor ekonomi yang beralih ke sektor pertanian karena sektor perdagangan, industri, jasa dan lainnya tidak bisa digerakkan,bahkan diprediksi Indra Catri, dalam kurun waktu 6 bulan ke depan, 50-60 persen pelaku usaha akan beralih ke sektor pertanian.

Menyikapi hal itu, Indra Catri, menegaskan bahwa kegiatan pertanian tidak boleh terhenti dan harus dilindungi dan harus ada strategi penyelamatan yang perlu dilakukan.

Dijelaskan, strategi penyelamatan yang akan dilaksanakan Pemkab Agam dalam waktu dekat di antaranya, menjamin stabilitas harga komoditas pertanian. Apabila terjadi “permainan harga” dipasaran pemerintah harus hadir melerainya, antara lain dengan cara membeli hasil panen masyarakat.

“Badan Usaha Milik Nagari (BumNag) akan berperan aktif membeli hasil pertanian masyarakat di wilayah nagari masing-masing,” ulas Indra Catri.

Ditambahkan, penyuluh pertanian lebih diaktifkan lagi terutama memberikan pendampingan dan mengawal agar petani bekerja secara benar dan sektor pertanian tetap berproduksi agar ketersediaan bahan pangan tetap tercukupi.

Sejalan dengan itu ulas, Indra Catri, petani harus dibantu dan dijamin agar dapat memperoleh saprodi lebih mudah dan tepat waktu khususnya pupuk bersubsidi, benih dan alsintan. Dalam melaksanakan aktifitasnya, petani akan dibimbing dan ingatkan agar para petani senantiasa siaga dalam menjaga kesehatan.

“Jangan ada yang mengantarkan Virus Corona ke lahan pertanian dan petani jangan ada yang menjemput Virus Corona ke tempat lain. Kita akan terus pantau dan pastikan agar petani dalam bekerja tetap memperhatikan protokol kesehatan terutama dengan memakai masker dan jaga jarak,“ tegas Indra Catri.

loading...