Share

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas), Sumatera Barat menargetkan lebih dari 17.388 akseptor keluarga berencana (KB). Hal ini wajar adanya, pasalnya, keinginan untuk ber-KB di daerah tersebut cukup tinggi.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, dalam peringatan Harganas ini BKKBN mentargetkan 1 juta akseptor KB dan Sumbar mendapat bagian target 17.388 orang.

“Dari data yang ada, semangat program Bangga Kencana yaitu pembangunan keluarga berencana agar Indonesia dan Sumbar mampu mencapai target tesebut untuk mewujudkan generasi masyarakat yang berkualitas. Kelihatannya minat masyarakat cukup antusias, apakah itu implan, suntik KB, pil KB, IUD/spiral dan kondom yang semua itu dilayani oleh rumah sakit, Pukesmas bersama kader Pos KB di provinsi dan kabupaten/kota se-Sumatera Barat,” ungkap Gubernur Irwan Prayitno saat berkunjung ke Rumah Sakit Reksoediryo (RS Tentara) di Tarandam, Kota Padang pada Senin (29/6).

Bangga Kencana sendiri merupakan tagline baru yang muncul belum lama ini. Dulu KKBPK, sekarang Bangga Kencana.

Gubernur juga menyatakan, bahwa pembangunan keluarga dan pembentukan KB tidak semata-mata kelahiran dengan jumlah. Tapi dengan Bangga Kencana memberikan penekanan, bahwa BKKBN memfokuskan kepada pembangunan keluarga. Termasuk di dalamnya keluarga berkualitas, utuh, tahan, harmonis. Cukup dua atau mungkin lebih dengan rencana. Ini harus dipahami bahwa orientasi BKKBN adalah pembangunan keluarga berencana.

Sementara itu, perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Ir. Hj. Etna Estelita, Msi., menyampaikan, berbagai program dan kegiatan yang telah pada peringatan Harganas tahun 2020.

“Karena kondisi pandemi, kita melakukan peringatan Harganas secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia. Ada kegiatan seminar melalui webinar, nara sumbernya Gubernur Irwan Prayitno. Kotbah Jum’at yang berisikan materi sosialisasi keluarga berencana, keluarga berkualitas serta kegiatan lainnya.

Etna Estelita juga menyatakan, target 17.388 orang akseptor KB bagi Sumatera Barat akan mampu dicapai bahkan diprediksi akan melebihi.

“Ada 300 Pukesmas, Posko Pelayanan KB dan para kader kita yang berada di setiap kabupatèn dan kota. Rumah sakit dan Pukesmas akan melayani implan, suntik dan IUD, sementara pos KB akan menjalankan pemberian pil KB, kondom kepada masyarakat di bawah pengawasan bidan,” ungkapnya.

Etna juga menyebutkan, bahwa kegiatan ini selain didukung dan dibantu oleh pemerintah daerah juga dibantu oleh pihak TNI, Babinsa, Polri Babinkhantibmas.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala BKKBN Sumbar, Korem 032 Wirabraja, Polda Sumbar, Kadis Dukcapil, Dinas Kesehatan, Kepala RS Reksoediryo, Plt. Kabiro Humas, Ketua IDI Sumbar.

loading...