Share

Calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, mengatakan bahwa pengembangan Kawasan Wisata Mandeh harus melibatkan masyarakat setempat. Dengan begitu, perkembangan objek wisata sejalan dengan perkembangan ekonomi masyarakat setempat.

“Mandeh ini akan kita bangun sesuai dengan keinginan awal kita bersama masyarakat,” ujarnya saat mengunjungi Kawasan Wisata Mandeh di Nagari Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, Rabu (28/10)

Menurut Nasrul Abit, Kawasan Wisata Mandeh harus ditata sedemikian rupa. Dengan begitu, di objek wisata tersebut jelas mana yang bisa digarap investor dan manapula yang dapat dikembangkan masyarakat.

“Pembangunan rumah jangan membelakangi laut. Bangunan tempat masyarakat berjualan juga harus diatur sehingga tidak merusak keindahan Mandeh,” tutur Bupati Pesisir Selatan periode 2005—2015 itu.

Ia menilai perkembangan Kawasan Wisata Mandeh saat ini sudah bisa dirasakan masyarakat setempat. Buktinya, sebagian masyarakat Ampang Pulai mengais rezeki dari menyewakan perahu untuk wisatawan berkeliling Kawasan Wisata Mandeh.

“Dulu akses sulit. Setelah akses jalan dibuka, Mandeh mulai berkembang, apalagi setelah jalan Terusan tembus Bungus selesai semakin banyak wisatawan berkunjung. TdS kemarin juga lewat Mandeh. Kita akan terus benahi dan promosikan Mandeh ke dunia Internasional,” tuturnya.

Tokoh masyarakat Ampang Pulai, Asrizal, menyambut baik tawaran Nasrul Abit itu. Ia percaya terhadap perkataan Nasrul Abit itu karena bahwa Nasrul Abit sudah membangun pinggir laut Tarusan itu sejak menjadi Bupati Pesisir Selatan. Ia juga tahu bahwa Nasrul Abit sudah sepuluh tahun membangun kabupaten tersebut mulai dari infrastruktur hingga pariwisata.

Asizal menuturkan, bahwa Nasrul Abit selalu melibatkan ninik mamak dalam pembangunan. Makanya jarang pembangunan beliau ditolak masyarakat. Asrizal jyag salut kepada Nasrul Abit yang selalu sejalan dan memberdayakan ninik mamak untuk pembangunan. Kami suka pemimpin yang bisa masuk kesemua kalangan ini.

loading...