Share

Calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, berbincang dengan penyandang disabilitas Kota Padang, Jumat (20/11). Mereka yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Tuna Rungu (IKTR) Kota Padang itu menyampaikan aspirasi kepada calon gubernur Sumbar nomor urut 2 itu.

Salah seorang penderita tunarungu pada pertemuan tersebut mengetahui bahwa Nasrul Abit peduli terhadap kaum disabilitas. Dia mengaku mengikuti kasus pembatalan kelulusan CPNS drg. Romi Syofpa Ismael yang akhirnya mengadu kepada wakil gubernur Sumbar Nasrul Abit dan akhirnya kasus itu selesai.

Pada kesempatan itu dia meminta Nasrul Abit menyediakan fasilitas pelatihan, lapangan pekerjaan, dan bantuan modal untuk tuna rungu.

“Mudah-mudahan Bapak menang dan bisa membantu mereka untuk pelatihan dan buka usaha serta menyediakan lapangan pekerjaan,” ujar Vani, penerjemah tunarungu tersebut, kepada Nasrul Abit.

Penderita tunarungu itu juga menyampaikan persoalan mereka yang dipecat oleh salah satu perusahaan bangunan di Sumbar.

“Mereka banyak tidak diterima oleh perusahaan dan akhirnya menganggur,” ujarnya.

Penderita tunarungu lain mengeluhkan pembatasan surat izin mengemudi bagi penderita tunarungu. Mereka juga ingin mendapatkan SIM agar bisa beraktivitas seperti orang kebanyakan.

“Selain itu, mereka butuh fasilitas olahraga bagi tunarungu yang hobi olahraga agar prestasi disabilitas di Sumbar bagus,” tutur Vani menerjemahkan maksud penderita tunarungu itu.

Untuk menjawab keluhan itu, Nasrul Abit menyampaikan bahwa ia bersama Indra Catri mengusung slogan “Sumatera Barat Unggul untuk Semua”, termasuk disabilitas.

“Kami hadir untuk semua golongan. Kemudian, soal pelatihan menjahit, kami akan siapkan melalui Dinas Tenaga Kerja, dan bantuan modal bisa melalui Dinas Sosial. Dinas Sosial akan mendata apa keinginan dan kebutuhan kawan-kawan disabilitas,” ucapnya.

Pelatihan tersebut, kata Nasrul Abit, sebaiknya disesuaikan dengan bakat dan keinginan disabilitas yang akan difasilitasi sehingga sinkron dan kemampuan mereka cepat berkembang.

“Sebaiknya bukan pemerintah yang mengatur itu, tetapi ada usulan dari organisasi disabilitas mereka ini fokusnya menjahit, otomotif, atau jurusan lainnya,” ujar wakil gubernur Sumbar yang sedang cuti Pilkada itu.

Nasrul Abit juga akan meminta perusahaan untuk memberikan keadilan bagi kaum disabilitas. Ia akan memfokuskan disabilitas yang tidak tertarik bekerja di perusahaan untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah.

“Setela mereka punya skil, kita bantu modal untuk usaha mereka dan kita cari bapak angkat untuk donatur tetap. Kemudian, untuk SIM saya akan bicarakan dengan Polda Sumbar sebab ini kewenangan Polda,” tuturnya.

loading...

Leave a Reply