Share

Setelah menepuh perjalanan lebih kurang 11 jam dari Padang, calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, sampai di Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Mentawai, Sabtu (21/11). Di sana ia berbincang dengan masyarakat setempat. Pada kesempatan itu, warga setempat mengeluhkan persoalan air bersih.

Seorang warga, Incu, mengungkapkan bahwa seminggu tidak hujan warga harus membeli air bersih. Satu tengki air bersih harganya Rp200 ribu.

“Sumber air ada di Maileppet, tapi belum bisa dimanfaatkan sehingga kami masih berharap ke air hujan,” katanya.

Selain persoalan air bersih di Siberut Selatan, persoalan lain ialah banyak nelayan yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, seperti mesin, perahu, dan jaring.

“Data nelayan harus akurat sehingga bantuan tepat sasaran. Kemudian, juga persoalan listrik dan jaringan internet,” tuturnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, H. Darul, mengatakan bahwa dia saksi hidup Nasrul Abit peduli Mentawai. Ia tahu bahwa Nasrul Abit berkali-kali datang ke Mentawai.

“Kata pepatah Minangkabau, beliau tidak mendengar debur ombak saja, tapi langsung melihat pantai, bahkan sampai ke pelosok Mentawai,” ujarnya.

Nasrul Abit menyampaikan bahwa kepeduliannya kepada Mentawai ada sejak menjadi Bupati Pesisir Selatan. Karena itu, ketika menjadi wakil gubernur, ia sering pergi ke Mentawai.

“Saya bertanggung jawab mengeluarkan Mentawai ini dari daerah tertinggal. Dua kabupaten (Pasaman Barat dan Solok Selatan) sudah keluar dari status tertinggal. Kami sudah masuk ke pelosok Mentawai dan sudah tahu apa yang harus diprioritaskan untuk memajukan daerah ini,” ucapnya.

Menurut wakil gubernur Sumbar yang sedang cuti pilkada itu, Mentawai membutuhkan jalan untuk membuka akses masyarakat antarpulau, fasilitas dan tenaga kesehatan, air bersih, listrik, dan jaringan internet.

“Untuk penyediaan air bersih, saya akan turunkan tim agar masyarakat bisa dapat air bersih. Kemudian, kita akan minta pembangunan tower dari kementerian. Dulu rencana dibangun 28 tower, tapi hanya 12 tower yang telah siap. Tower ini berguna untuk memperlancar jaringan internet,” katanya.

Pada tahun depan, kata Nasrul Abit, sekitar Rp700 miliar digelontorkan untuk membangun pelabuhan dan jalan di Mentawai.

“Dana ini harus dijemput ke pusat agar terealisasi untuk pembangunan Mentawai,” tuturnya.

loading...

Leave a Reply