Share

Ketika wabah Virus Corona (Covid-19) mulai menyerang pada akhir tahun 2019 lalu membuat semua semuanya berubah. Mulai dari atvitas umat manusia di muka bumi, seperti perekonomian, kesehatan dan lain-lain. Dampak dari pandemi ini sangat luar biasa. Dengan sekejap, semua negara yang tekena wabah langsung ‘lesu’.

Salah satu imbas dari wabah tersebut adalah dampaknya kepada perekonomian. Terutama antara perusahaan dengan buruh. Banyak dari mereka yang dipecat, sebab perusahaan tidak mampu lagi memproduksi usahanya.

Banyak yang mengait-ngaitkan virus ini dengan berbagai hal yang ujung-ujungnya memperlemah pemerintah. Orasi-orasi kesehatan kini menjadi sangat nyaring terdengar. Stay at Home (dengan tagar di depan) adalah sebuah bentuk solidaritas kesehatan dengan tujuan memutus mata rantai dari penyebaran Virus Corona.

Di masa pandemi ini, para pekerja swasta mapun instansi pemerintah di rumahkan. Sekolah diliburkan. Banyak dari para buruh menjerit karena tidak memiliki gaji bulanan seperti sebelum pandemi ini merebak.

Seluruh negara yang diterjang badai virus ini merasakan dampaknya. Seperti China, Amerika Serikat, negara-negara Eropa termasuk juga Indonesia.

Jadi, mana yang harus diselamatkan pada saat pandemi ini, kesehatan atau perekonomian?

Jika dipilih kesehatan, maka yang menjadi korban adalah perekonomian. Tentu akan hancur. Imbasnya, para generasi muda menjadi tidak produktif, masa depan suram.

Apabila menyelematkan perekonomian, tentu saja kesehatan akan hancur. Virus Corona akan meraja lela. Para orang tua yang lanjut usia (Lansia) akan menjadi korban, semetara para pemuda akan selamat dari serangan Covid-19 ini.

Inilah masa-masa yang sangat menakutkan bagi semua negara terdampak, termasuk Indonesia. Jadi, kita tidaklah harus terus hidup dalam ketakuta, harus ada langkah untuk bergerak untuk menghidupkan kembali perekonomian.

Mungkin itulah sebabnya, transportasi publik dibuka tahap demi tahap. Sekolah-sekolah mulai dimulai kembali pada Juni mendatang. Perkantoran mulai aktif kembali.

Untuk mengatasi virus ini, ada baiknya kita mengubah gaya hidup. Apakah selesai sampai di situ? Tentu saja tidak. Kita harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Sampai kapan? Sampai ditemukannya vaksin virus ini.

loading...