Share

Masyarakat dan perantau Minang geram Nasrul Abit difitnah sebagai keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI). Fitnah itu diterbitkan oleh situs berita Akurat.co pada Jumat (9/10).

Pimpinan Umum Akurat.co, Afriadi, menghapus berita itu dan meminta maaf atas kesalahan redaksinya. Akurat.co juga sudah menayangkan hak jawab Tim Pemenangan Nasrul Abit-Indra Catri perihal fitnah tersebut.

“Isu murahan. Bukan zamannya lagi. Kami tidak akan terpengaruh. Kami bukan orang bodoh. Panas hati saya mendengar isu seperti ini,” ujar Eri (48), warga Pasar Surantih, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, Rabu (21/10).

Menurutnya, fitnah murahan itu sengaja dibuat-buat untuk menjatuhkan Nasrul Abit dalam Pilkada Sumbar. Alasannya, isu itu mencuat pada masa pilkada.

“Sebelumnya tidak ada isu ini. Dulu ada ijazah palsu, tapi tak mempan. Ke depan entah isu apa lagi yang dibuat oleh lawan politik Pak Nasrul Abit,” katanya.

Senada dengan Eri, Ahmad Fitra (57), warga Tanjung Raya, Kabupaten Agam, tidak percaya bahwa Nasrul Abit keturunan PKI.

“Ah, ndak mungkinlah. Kok baru sekarang dikatakan keturunan PKI? Setahu saya beliau dulu PNS di Lampung, kemudian Wakil Bupati Pesisir Selatan, lalu bupati dua periode, dan Wakil Gubernur Sumbar. Kalau PKI, mana bisa lulus semua itu. Maklum saja ini tahun politik,” katanya.

Perantau Sumbar juga tak menerima tuduhan tak berdasar terhadap Nasrul Abit itu. Sekjen Forum Komunikasi Perantau Pesisir Selatan, Agus Chaniago, menilai isu itu sebagai kampanye hitam. Menurutnya, isu itu sengaja dimainkan untuk mempengaruhi masyarakat karena masyarakat Sumbar sangat anti PKI.

“Kami berpikir logis saja. Kalau memang ayah Nasrul Abit terlibat PKI, kok bisa beliau jadi PNS? Ndak mungkin. Ngawur isu itu,” ucapnya.

Agus menegaskan bahwa makin banyak fitnah terhadap Nasrul Abit makin kuat tekad masyarakat dan perantau Sumbar untuk memenangkan NA-IC.

Agus juga menambahkan, bahwa mereka tidak mudah termakan hoaks murahan yang disebarkan di media sosial itu. Berpolitik itu harus sportif. Nyalakan lampu sendiri. Lampu orang jangan dipadamkan.

loading...