Share

Calon Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengaku bahwa ia sangat memahami perasaan para guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi tanpa ada kejelasan nasib. Karena itu, jika terpilih di Pilkada Sumbar nanti, perbaikan nasib guru honorer itu akan menjadi prioritas utama.

Saya ini berasal dari desa. Sudah biasa hidup susah. Jadi saya tahu betul perasaan guru-guru honorer ini,” ujar Nasrul Abit saat berdialog dengan relawan dan pendukung di kediaman Zamri, di Pasaman Permai Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (30/10).

Menurut dia, jika nanti diberikan amanah oleh masyarakat Sumbar, maka persoalan guru tersebut akan diselesaikan. Salah satunya dengan menjadikan mereka sebagai pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Nasib guru-guru ini harus kita perjuangkan. Jika tidak bisa diangkat menjadi PNS lantaran mungkin tidak memenuhi kualifikasi, dengan jalan menjadi pegawai P3K saya rasa bisa,” terangnya.

Selain itu, Nasrul Abit juga mendorong percepatan peningkatan gaji guru honorer dari Rp 35 ribu/jam menjadi Rp50 ribu/jam. Menurut dia, usulan ini akan mudah terealisasi karena legislatif yang saat ini banyak dihuni kader Partai Gerindra, akan menyetujuinya.

Selain tentang sektor pendidikan, Nasrul Abit juga menyoroti perihal infrastruktur. Ia juga berjanji akan menggenjot pembangunan di Pasaman Barat.

“Pasaman Barat ini, bagian dari hidup saya. Almarhum Bupati Syahiran, menitipkan untuk melanjutkan pembangunan di Pasaman Barat ini,” kenang Nasrul Abit.

loading...