Share

Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit, berdiskusi dengan generasi milenial di Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Selasa (3/11). Tema diskusinya “Peran Milenial dalam Membangun Pariwisata Berkelanjutan”.

Nasrul Abit yang jago mengembangkan pariwisata itu membagi banyak pengalaman dengan milenial dan mendorong mereka untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata. Di hadapan generasi muda, ia menegaskan bahwa tujuan pengembangan pariwisata. bukan hanya untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD).

“Pengembangan pariwisata tidak semata-mata untuk PAD tapi untuk kesejahteraan masyarakat. Target saya jelas,” katanya.

Menurutnya, masih banyak objek wisata yang belum terkelola dengan baik dan butuh sentuhan agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada kepemimpinannya nanti, Nasrul Abit menargetkan 10 juta wisatawan datang ke Sumbar.

“Target kami pengunjung lokal saja dulu. Objek-objek yang ada kita benahi, mulai dari toilet, jalan menuju destinasi, hingga fasiltas lainnya,” tuturnya.

Ia berpendapat bahwa generasi muda harus ambil bagian dalam pengembangan pariwisata. Ia menilai bahwa generasi muda bisa berperan, misalnya membantu promosi melalui media sosial.

“Anak-anak ayah ini selalu berselancar di sosial media. Bisa bantu promosi dan bisa juga bantu pemasaran produk UMKM kita,” ucapnya.

Nasrul Abit juga meminta generasi muda mengajari pelaku pariwisata untuk bersikap ramah kepada pengunjung, tetap menjaga kebersihan, kanyamanan, dan keamanan di objek wisata.

“Ayo generasi muda, kita sama-sama bangun pariwisata. Beri kami masukan agar pariwisata semakin baik. Kami bertekad mewujudkan pariwisata halal di Sumbar ini. Bantu kami. Kami butuh masukan dari genus milenial,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu banyak usulan dari generasi milenial untuk pengembangan pariwisata. Mereka ingin pengembangan pariwisata di Sumbar menonjolkan budaya lokal dan berkelanjutan.

Novi Rovika, penggiat lingkungan dan pariwisata, menyampaikan bahwa wisatawan suka pariwasata yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, ia menyarankan pemerintah untuk memikirkan konsep pariwisata yang melibatkan masyarakat.

Sementara itu, anak muda lainnya, Arbi, mengusulkan kepada Nasrul Abit untuk mengembangkan Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta. Menurutnya, Tahura berpotensi menjadi pariwasata berkelanjutan dengan menyediakan wisata mengamati burung.

“Saya sudah kemping di Tahura. Dari penelitian saya, ada 30 spesies burung di Tahura. Ini potensi wisata baru yang bisa dikembangkan,” katanya.

loading...