Share

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menggelar rapat terbatas terkait dengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia, khusnya Ranah Minang. Acara tersebut diadakan bersama Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Aula Kantor Gubernur pada Sabtu (13/6).

Menurut Gubernur, pandemi tersebut berdampak pada defitisnya Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (APBD) tahun 2020. Dengan begitu, perlu dilakukan penyusunan program dan kegiatan untuk pemulihan ekonomi Sumatera Barat dikehidupan normal baru ini.

Gubernur menyampaikan, bahwa ada beberapa poin yang harus diperhatikan di tatanan new normal ini, pertama, bidang kesehatan.

“Kita telah bekerja keras untuk memutus mata rantai Covid-19 di Sumbar. Alhamdulillah, dengan wabah Corona sudah melandai dan berhenti di kabupaten/kota, kecuali di Kota Padang. Kini berangsur kurang, termasuk di klasternya Pasar Raya,” ungkap Gubernur Irwan.

Kedua, bidang ekonomi. Untuk memutus mata rantai Covid-19, dilakukan PSBB, akibatnya orang tidak bekerja. Gubernur Sumbar menyampaikan untuk bantuan sosial di Sumatera Barat cukup. Sudah 83 % kepala keluarga (KK) yang berjalan.

Gubernur Irwan menyampaikan, bahwa pemulihan ekonomi ini sangat penting dengan diberhentikannya PSBB di Sumatera Barat dan mulai masuk Normal Baru. Sektor-sektor ekonomi mulai dibuka kembali seperti mall dan pasar.

Dari Pendataan Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tertinggi adalah di bidang pertanian 24 % itu mencakup pertanian, perikanan, kehutanan. Ini cocok dengan jumlah tenaga kerja yang ada di Sumbar, yaitu bidang pertanian hampir 52 %.

Ketiga, yaitu bidang pariwisata. Dengan dibukanya sektor pawisata maka UMKM yang ada di sekitar akan berjalan kembali, Pemerintah Sumatera Barat berencana memberikan tambahan modal untuk UMKM melalui kerja sama antara pemerintah dengan perbankkan atau lembaga terkait, tatapi keputusan pusat mengenai penambahan dana bansos dan bantuan lainnya.

Gubernur menyampaikan lebih lanjut, pemulihan ekomoni ini akan ditargetkan pulih sampai akhir tahun ini agar bisa perekonomian di Sumatera Barat bisa berjalan normal kembali.

loading...