Share

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat mengkaji ulang Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang membuka kembali sekolah yang sudah tutup berapa lama akibat pandemi Covid-19.

Pada surat tersebut dinyatakan sekolah dibuka di daerah zona hijau. Menurut aturan Kemendikbud, zona hijau yang dimaksud adalah daerah yang sama sekali tidak pernah mencatatkan kasus positif Corona.

Untuk itu, Pemprov Sumbar mengkaji ulang kembali surat edaran tersebut, mengingat sudah seluruh daerah di Ranah Minang ini mencatatkan kasus positif.

“Jika diterapkannya daerah zona hijau di Sumbar, tentunya kita tidak ada yang bisa buka kembali sekolah. Karena di Sumbar, sudah seluruh daerah yang kena, sudah seluruh daerah mencatatkan kasus positif,” kata Gubernur Irwan Prayitno usai rapat koordinasi melalui Video Conference dengan Bupati dan Walikota se-Sumbar di ruang kerja Gubernur pada Senin (15/6).

“Ini perlu dikaji ulang, definisi zona hijau oleh Kemendikbud tersebut, makanya kita akan lakukan rapat kembali di awal Juli nantinya,” sambung Gubernur Irwan Prayitno.

Terkait hal tersebut, Gubernur Irwan Prayitno berjanji akan menanyakan langsung kepada pemerintah pusat. Meski demikian, Gubernur berpendapat, bahwa apabila daerah yang bersangkutan tidak lagi mencatatkan kasus baru, atau dengan kata lain sudah bisa mengendalikan penyebaran Covid-19, maka tidak ada salahnya untuk kembali membuka sekolah.

“Kalau kita sudah ada izin dari Kemendikbud, sekolah nanti akan diperketat untuk mengurangi kemungkinan siswa terpapar Covid-19,” tegas Gubernur.

Gubernur Sumbar menerangkan, pihak sekolah harus membatasi murid setiap kelas, yaitu separuh dari biasanya. Menyediakan wastafel untuk cuci tangan. Waktu belajarnya dipersingkat mulai tiga hingga empat jam dengan dibuat sistem shift.

“Proses belajar mengajar wajib menggunakan masker. Datang ke sekolah hanya untuk belajar,” tutur Gubernur.

Sebelumnya, Pemprov Sumbar berencana membuka sekolah kembali pada Juli mendatang dalam situasi penerapan tatanan baru dengan dua skenario, yakni belajar secara daring (online) atau belajar di sekolah dengan mematuhi protokol kesehatan.

loading...