Share

Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memperbaiki kesehatan, memang sangat utama. Hal tersebut yang dilakukan oleh Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia beberapa tahun lalu melalui riset etnografi. Riset ini sudah dilakukan sejak tahun 2012 pada etnis-etnis tertentu yang ada hubungan antara perilaku dan status kesehatan.

Sebanyak 87 riset pada tahun 2017 yang mencakup etnografi kesehatan dan entervensi kesehatan. Kepala Badan Litbang Kesehatan Kemenkes dr. Siswanto, MPH, DTM mengatakan, bahwa riset sangatlah penting dilakukan untuk memudahkan penerapan kebiasaan hidup sehat melalui adat atau tradisi yang berlaku di setiap daerah.

Pada riset ini dilakukan dari perilaku masyarakat yang nampak, lalu dilakukan intervensi kesehatan yang berbasis budaya. Riset intervensi tersebut tidak bisa diseragamkan di seluruh wilayah Indonesia, sebab beragam budaya (lokal) yang berbeda.

Riset etnografi seperti dilansir dari wikipedia.org merupakan suatu bidang penelitian ilmiah yang sering digunakan dalam ilmu sosial, terutama dalam antropologi dan beberapa cabang sosiologi. Etnografi sering diterapkan untuk mengumpulkan data empiris tentang masyarakat dan budaya manusia.

Sebagai contoh riset budaya, pada Suku Lanny di Papua, melalui upacara bakar batu atau disebut Barapen mereka (Suku Lanny) menghidangkan menu daging babi yang dimasak secara khusus dengan dipanggang menggunakan batu yang dipanaskan. Susunan bakar batu tersebut, dari bawah ada daun sebagai alas, tumpukan batu, tumpukan sayuran, babi di atasnya, ditutup dengan sayuran, kemudian tumpukkan batu dan susunan paling atas disimpan setumpukan daun kering.

Dari riset etnografi Suku Lanny ditemukan, bahwa upacara Barapen sebagai wahana perdamaian dan kekerabatan antar warga.

Namun, cara masak seperti itu menyebabkan daging matang kurang sempurna, sehingga menyebabkan penularan cacing pita lebih mudah. Rekomendasi yang dilakukan, yakni dilakukan intervensi kepada pihak gereja dan pengembala ikut memberdayakan masyarakat dan pihak Dinas Peternakan untuk mengawasi pelaksanaan upacara Barapen, serta meningkatkan kesehatan babi. Tindak lanjut yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah berupa promosi kesehatan.

Riset ini akan dilakukan setiap tahun, sehingga nantinya akan terpetakan seperti apa budaya kesehatan di Indonesia. Hasil riset juga akan dicetak dalam bentuk buku, agar lebih mudah dibaca dan dimengerti seluruh pemetaannya.

Riset etnografi kesehatan juga merupakan pendekatan kualitatif. Si peneliti terjun langsung ke tengah masyarakat dengan menetap bersama mereka selama dua bulan. dr. Sebagai Kepala Badan Litbang Kesehatan Kemenkes RI, Siswanto berharap, ini menjadi pendekatan baru dalam mengubah perilaku masyarakat.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id. – See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/17040400002/kemenkes-tingkatkan-kesehatan-masyarakat-daerah-melalui-riset-etnografi.html#sthash.lgu0SuYG.dpuf

loading...