Share

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat telah memutuskan untuk menerapkan Tatanan Normal Baru (New Normal) Produktif Aman Covid-19 mulai tanggal 8 Juni 2020.

Keputusan ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat memimpin rapat koordinasi dengan seluruh Bupati dan Walikota se-Sumbar via Video Conference di ruang kerjanya pada Minggu (7/6).

Gubernur didampingin oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit, Forkopimda dan Pimpinan Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand menerangkan, bahwa berdasarkan kriteria penerapan new normal yang dikeluarkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) setidaknya terdapat tiga persyaratan yang mesti dipersiapkan untuk memasuki new normal.

Persyaratan pertama adalah menyangkut kesiapan dari kajian epidemologi, di mana dari data yang ada, tergambar tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumatera Barat.

“Kita tertinggi kesembuhan di Indonesia, jauh dari rata-rata skala Nasional,” ucap Gubernur Irwan Prayitno.

Meski demikian, langkah-langkah pencegahan akan tetap dilakukan, di antaranya melalui kebijakan perpanjangan status tanggap darurat termasuk mempertahankan pemeriksaan pada pos-pos perbatasan, baik darat, laut maupun udara hingga 28 Juni 2020.

“Setiap orang yang datang, kita swab, gratis! Mereka harus isolasi, setelah keluar hasil negatif baru kita izinkan,” tegas Gubernur Irwan.

Di samping itu, berdasarkan koordinasi Pemprov Sumbar dengan pihak Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di pusat, aparatur TNI-POLRI akan mendukung penerapan New Normal di Sumbar.

“Artinya dari kacamata persyaratan epidemologi, kita sudah siap memasuki Tatanan Normal Baru Produktif Aman Covid-19 (TNBPAC),” sebut Gubernur Irwan.

Selanjutnya Gubernur Irwan juga memaparkan, data terkait kesiapan sistem kesehatan, baik kapasitas rumah sakit, tenaga medis, fasilitas isolasi, laboratorium maupun ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang dinilai mencukupi hingga bulan Desember 2020 nanti.

“APD level 3 kita siapkan untuk rumah sakit, lokasi karantina dan laboratorium, ini agar efektif dan efisien,” kata Gubernur Irwan Prayitno.

Persyaratan terakhir adalah kesiapan masyarakat. Gubernur memimta dukungan Bupati dan Walikota untuk menggerakkan masyarakat sampai ke tingkat RT atau nagari untuk mendukung TNBPAC tersebut.

Menurut Gubernur, sebagian besar masyarakat Sumbar telah memahami protokol kesehatan Covid-19, namun belum dilakukan secara disiplin.

“Sudah mengetahui tapi belum diimplementasikan, kata kuncinya prilaku masyarakat kita semua harus disiplin, disiplin masker, jaga jarak dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pimpinan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas, Dr. Andani Eka Putra menerangkan pihaknya optimis dengan penanganan Covid-19 di Sumatera Barat yang telah berjalan dengan baik.

Menurutnya, dalam rangka menyongsong era New Normal, semua persyaratan yang dikeluarkan oleh kementerian terkait harus dipenuhi.

“Edukasi masif kepada masyarakat, Trace, Test, Isolation and Treatment, survailance serta tes PCR masif pada semua komponen harus dipastikan,” ujar Andani Eka Putra.

Terkait kapasitas tes PCR, dikatakan pihaknya mampu menampung 2.000 hingga 2.500 pemeriksaan per hari, paling tinggi se-Indonesia.

Selanjutnya Dr. Andani juga menjelaskan bagaimana upaya tracing yang masif akan menjadi kunci dalam memutus rantai penularan Covid-19.

“Bagaimana upaya-upaya menemukan orang-orang yang berpotensi sebagai penular, ini yang terpenting,” tutupnya.

Sementara itu, dari 19 kabupaten/kota, tersisa dua daerah yang akan menempuh masa transisi sebelum menerapkan new normal, yakni Kota Padang akan menjalani masa transisi hingga 12 Juni dan Kabupaten Kepulauan Mentawai 20 Juni 2020 mendatang.

loading...