Share

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Agam mengeluh kepada calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, Rabu (4/11). Neti Murni, pelaku UMKM di kecamatan itu, menyampaikan bahwa pelaku UMKM setempat membutuhkan pelatihan serta sarana dan prasarana untuk promosi produk.

“Kami di sini sangat butuh pemberdayaan, seperti pelatihan pemasaran secara online, Pak. Pandemi Covid-19 sangat berdampak kepada usaha mikro kami di sini,” katanya.

Saat ini, kata Neti, pelaku UMKM di Tanjung Mutiara masih menjual produk mereka secara konvensional. Kemudian, tidak tersedianya sentral pemasaran menjadi penghambat bagi mereka untuk berkembang.

“Pelatihan sangat kami butuhkan, Pak, agar kualitas produk kami meningkat dan mampu bersaing. Kami juga butuh gedung promosi produk,” ujarnya.

Menurut Neti, Tanjung Mutiara memiliki banyak potensi yang belum tergarap maksimal, misalnya, kulit lokan dna kepala ikan. Ia menginformasikan bahwa kulit lokal dapat dijadikan berbagai produk, sedangkan kepala ikan bisa dijadikan pakan ikan.

“Kami belum bisa mengolah potensi ini karena belum ada ilmunya. Karena itu, jika Bapak terpilih, kami berharap diberi pelatihan,” tuturnya.

Pelaku UMKM lain di Tanjung Mutiara, Erni, juga menginginkan pelatihan agar bisa memanfaatkan ikan kering, seperti maco ayam untuk membuat pelet ikan. Selain itu, ia berharap ada koperasi yang dapat memasarkan ikan dan bisa berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Kami punya bahan baku, tapi belum bisa mengolah kerena keterbatasan pengetahuan. Kami juga ingin informasi-informasi penjualan produk sampai ke tingkat bawah,” ucapnya.

Untuk menyikapi persolan itu, Nasrul Abit mengatakan bahwa keluhan pelaku UMKM sudah terakomodir dalam program Nasrul Abit-Indra Catri. Mengenai pemasaran produk, ia menyebut bahwa pihaknya akan melibatkan generasi milenial untuk memasarkan produk UMKM.

“Kami akan melatih 100.000 orang milenial untuk promosi produk UMKM, termasuk pelatihan bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Nasrul Abit akan mendata koperasi dan UMKM secara riil. Pendataan ulang itu ialah untuk memberikan pinjaman modal kepada pelaku UMKM.

“Kami juga akan fasilitasi produk mereka dengan menggelar bazar rutin dan pemasaran online. Tak hanya itu, kami akan dorong ASN untuk membeli produk UMKM,” katanya.

Terakhir, Wakil Gubernur Sumbar yang sedang cuti pilkada itu mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar bantuan pemerintah provinsi bisa masuk.

loading...