Share

Calon Wakil Gubernur Sumatera, Indra Catri bersilaturahmi dengan komunitas budaya di Pulau Punjung, Dharmasraya. Pada pertemuan tersebut, para tokoh adat dan pegiat budaya, menyampaikan banyak keluhan dan harapan kepada pasangan Nasrul Abit tersebut.

Ibrahim Datuk Rangkayo Mulie mengatakan, bahwa Pulau Punjung memiliki keunikan dari segi budaya, seperti seni tradisi, talempong, randai, tari piring, dan silek pangian. Selain itu, di Pulau Punjung rutin dilaksanakan kegiatan pembinaan adat salingka nagari rutin, mulai dari surau adat, pewarisan nilai-nilai budaya hingga kegiatan keagamaan.

“Namun, semua itu terkendala oleh kurangnya kelengkapan infrastruktur sebagai penunjang pembinaan generasi muda dalam hal pemahaman tentang seni tradisi Minangkabau,” kata Ibrahim, Sabtu (3/10).

Sementara itu, Baron Paduko Kayo, guru silek pangian, memberikan apresiasi kepada Indra Catri.

“Beliau pejabat yang sederhana, yang mengerti keinginan masyarakat kecil. Buktinya beliau mau datang ke kampung kami,” ujarnya.

Jauh sebelum menjadi Bupati Agam, kata Baron, Indra Catri banyak membina puluhan kelompok seni ketika menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang. Setelah menjadi Bupati Agam, Indra Catri memasukkan silat ke dalam kurikulum sekolah di Agam hingga membawa kabupaten itu menjadi juara Galanggang Siliah Baganti pada tahun 2017.

“Kepedulian beliau sebagai ninik mamak untuk keberlangsungan pewarisan seni budaya kepada anak kemenakan tidak perlu diragukan lagi. Kami berharap Allah memberikan yang terbaik untuk keberlangsungan karir beliau,” tuturnya.

Indra Catri sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa dari kaum suku Chaniago, ninik mamak, dan perangkat KAN Pulau Punjung.

“Saya bahagia diterima oleh kaum suku Chaniago Nagari Pulau Punjung,” ucapnya.

Indra Catri juga memberikan pujian kepada kaum suku Chaniago sebagai kaum yang mampu mempertahankan adat dan budaya tradisi warisan nenek moyang meski berada di pusat Kabupaten Dharmasraya. Itu dibuktikan dengan banyaknya tokoh yang sangat berpengaruh munc uldari kaum itu, mulai dari duta budaya hingga Bupati Dharmasraya.

“Kecemasan kita saat ini adalah melunturnya nilai-nilai budaya di tengah kaum. Namun, hal itu tidak terjadi kepada kaum suku Chaniago Nagari Pulau Punjung yang tetap mempertahankan nilai-nilai seni budaya Minang,” ujarnya.

Indra Catri berharap kepada para generasi muda Sumatera Barat untuk terus melestarikan budaya Minang sehingga muncul generasi berkualitas dan unggul di provinsi ini.

loading...