Share

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meninjau langsung kondisi pinggir pantai Desa Tuapejat Sipora Utara, Mentawai yang terkena abrasi pada Rabu (3/6).

“Saya berharap warga di sini bersabar, nanti kita data. Rumah warga yang rusak terkena abrasi kita akan cari jalan solusinya,” ucap Nasrul Abit.

Wagub mengungkapkan, secara aturan masyarakat dilarang untuk membangun rumah di tepi pantai. Namun, masyarakat kebanyakan nelayan dan sudah lama berdosili di sini. Kalau mau merelokasi pemukiman masyarakat, Pemkab Mentawai harus mengkaji lebih matang lagi.

Berdasarkan data dari BPBD Mentawai, ada sebanyak 13 unit rumah yang rusak berat dan 2 unit rusak sedang akibat diterjang gelombang badai beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan itu, Wagub Nasrul Abit merasa khawatir melihat tanggul yang sudah dibuat oleh masyarakat setempat untuk menahan ombak menggunakan karung berisi pasir.

“Saya khawatir, tanggul yang dibuat warga tidak mampu menahan amukan ombak. Ombak Mentawai sangat besar dan tinggi,” ujar Wagub.

Nasrul Abit berharap, agar pemerintah setempat dapat memasang bronjong untuk mencegah terjangan ombak.

Wagub juga memberikan pemahaman pada warga yang terkena abrasi untuk bisa pindah dari pinggir pantai ke tempat yang lebih aman. Tentu pemerintah harus menyesuaikan juga dengan mata pencarian masyarakat tersebut, yaitu nelayan.

Sementara, salah satu korban abrasi pantai Ningsih (34) janda dengan dua orang anak, menyapaikan keinginannya untuk pindah dari bibir pantai tersebut.

“Saya mau pindah Pak Wagub, tapi bagaimana dengan kehidupan saya? Kami ini nelaya, Pak, tiap hari mencari ikan buat makan,” ucap Ningsih.

Lain lagi dengan Umar (46) nelayan asal Pariaman yang juga ingin pindah dari bibir pantai tersebut. Asalkan tidak jauh dari pantai, karena pantai adalah kehidupannya bersama keluarga.

Selanjutnya, rombongan Wagub Sumbar bersama BPBD Mentawai memberikan bantuan pada warga korban abrasi.

loading...