Share

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit melakukan peninjauan pembangunan insfrastruktur irigasi dan tanggul untuk pengamanan pantai di Muara Air Haji, Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, Perwakilan Balai Jalan Wilayah III Sumbar dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V pada Rabu (15/7).

“Hari ini saya bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Kepala Dinas PSDA Sumbar, Balai Jalan Bina Marga Sumbar telah melihat kondisi di lapangan. Kita sangat puas pekerjaannya dengan anggaran APBD sebesar Rp 1.870.397.383,- bisa terlaksana sesuai dengan harapan masyarakat di sini,” kata Wagub Sumbar.

Wagub pun mengakui, bahwa jika terjadi pasang naik dan hujan, Pesisir Selatan merupakan daerah terparah terdampak abrasi pantai dikarenakan kondisi alam yang tidak kondusif. Oleh karena itu, pengerjaan normalisasi dan pengamanan pantai ini sangat mendesak.

Wagub Nasrul Abit berharap partisipasi masyarakat untuk membebaskan lahan miliknya bisa dilaksanakan secepat mungkin guna pelaksanaan pembangunan.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Nasrul Abit dan rombongan duduk bersama pemangku kepentingan setempat untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mencari solusi terkait pembebasan lahan tersebut.

“Alhamdulillah, kita tadi sudah duduk dengan Wali Nagari dan niniak mamak beserta masyarakat setempat. Mudah-mudahan terlaksana dengan baik,” ucap Wagub.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, Rifda Suriani mengatakan, keresahan warga selama ini ditakuti oleh gelombang air laut dan terjadinya abrasi pantai di Muara Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan yang sebentar lagi tuntas penanganan pembangunan tanggul pemecah ombak.

Kegiatan yang dilakukan antara lain dengan melakukan membangun grib serta tanggul untuk mengatasi abrasi pantai.

“Untuk Muara Air Haji tahun ini, tersedia anggaran sekitar Rp 1,8 miliar lebih dipergunakan untuk membangun tanggul batu grib,” tutur Rifda Suriani.

Rifda menjelaskan, menyikapi pembangunan tersebut selama 210 hari proyek mengatasi abrasi pantai selesai. Masyarakat Air Haji bisa tenang.

Pantai Muaro Air Haji diketahui, sangat sering dengan bencana abrasi pantai yang setiap tahun terjadi dengan intensitas tinggi. Akibatnya, banyak rumah warga yang hanyut, bahkan menenggelamkan ratusan hektar tanaman padi, sawah, ladang, pemukiman dan rusaknya bangunan infrastruktur serta merenggut nyawa.

loading...